***
“apa lagi sih, Dim? Hubungan kita
tuh udah berakhir”, Sherly menepis tangan Dimas.
“Tapi aku masih belum bisa nerima
semua ini. Kamu putusin aku tanpa sebab,
apa salahku Sher?”, Dimas masih saja terus memaksa.
“aku kan udah bilang berkali-kali
sama kamu, Sorry Dim tapi aku udah gak ada rasa lagi sama kamu”, Dimas menghela
napas panjang mendengar jawaban Sherly,
sungguh jawaban yang tidak masuk akal.
“Aku harus pergi, sebentar lagi ada pemotretan”, Sherly meninggalkan
Dimas yang duduk termangu di pojok café.
Dimas tidak bisa berbuat apa apa
lagi. Sudah tidak ada gunanya Dimas
memaksa Sherly untuk kembali menjadi kekasihnya lagi. Benar kata Egy, dimana harga diri Dimas kalu
sampai harus mengemis cinta seperti itu.
“Hhhh…oke ! move on !”, Dimas berdiri dari
kursi dan segera meninggalkan café itu.
sampai di luar café tiba-tiba hujan turun deras. Dimas berlari menuju mobilnya dan segera
tancap gas.